Hidup Tanpa Media Sosial, Lebih Bahagia?

 

sumber: pinterest


Di zaman yang serba modern ini, media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Sekarang kita lebih mudah untuk mengetahui informasi-informasi dengan lebih cepat dan instan tanpa adanya suatu effort yang banyak. Misalnya, dahulu ketika kita ingin melihat suatu tempat atau hal apapun itu, kita harus mengunjunginya untuk dapat melihatnya, tapi sekarang dengan era digital ini kita bisa melihat dunia ini hanya dengan bermodalkan Hp, internet, dan media sosial saja.

Ini adalah suatu kemajuan signifikan daripada era-era sebelumnya. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan adanya media sosial ini, mulai dari komunikasi yang bisa dilakukan secara daring tanpa harus tatap muka secara langsung, konten-konten hiburan yang bisa menaikkan mood, dan jutaan informasi-informasi yang bisa kita akses dengan mudahnya.

Tapi muncul pertanyaan: Apakah hidup tanpa media sosial justru membuat kita lebih bahagia?


Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

Memang, banyak konten media sosial yang menghibur dan informasi-informasi yang bisa kita dapatkan secara mudah dan cepat. Tapi, apakah itu sebagai patokan bahwa hidup kita menjadi lebih bahagian dari era-era sebelumnya?

Dengan adanya media sosial ini kita bisa melihat banyak postingan orang-orang dari seluruh dunia. Banyak orang yang memposting aktivitas sehari-harinya, pencapaian yang telah diraihnya, konten edukasi, dan konten-konten lainnya. Tapi, terkadang hal itu malah menjadi perbandingan sosial. Kenapa? karena terkadang munculnya suatu efek dimana munculnya kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan orang lain. Ini biasanya menjadi suatu masalah jika kita memandangnya dalam hal negatif, yang dapat memunculkan kecemburuan sosial, ketika diri membandingkan dengan ha-hal yang tidak wajar dan sebagainya. 

Sebelum era digital ini memang sudah ada kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dan ini juga merupakan hal yang bagus sebenarnya jika kita mengambilnya dengan positif. Dahulu, ketika belum ada media sosial seperti sekarang ini kita mungkin kadang membandingkan pencapaian-pencapaian kita dengan orang terdekat kita, mungkin dengan teman sekelas yang mendapatkan nilai tertinggi di kelas, atau dengan sesama karyawan yang mencapai target kerjanya. Jika kita ambil dengan positif maka kita bisa menjadikannya sebagai obor yang membakar api semangat kita untuk bisa menjadi seperti mereka juga. Ini merupakan perbandingan dalam hal wajar dan masih setara.

Sekarang dengan kita bisa melihat semua orang didunia melalui media sosial kita bisa membandingkan diri dengan orang lain dalam skala yang lebih luas. Dengan ini terkadang membandingkan diri dengan hal yang sebenarnya tidak perlu. Munculah rasa cemas, FOMO (takut ketinggalan), dan tekanan untuk terlihat sempurna. Akhirnya menjadikannya di otak kita sebagai suatu standar kehidupan yang terus menerus meningkat. Dengan banyaknya informasi yang bersliweran di media sosial menyebabkan overstimulasi informasi yang bikin pikiran menjadi lelah. 

Media sosial membuat otak kita terlalu berlebihan dalam menerima informasi sehingga otak cepat lelah. Konten-konten yang cenderung singkat dan bersifat entertain juga menjadikan otak kita menjadi lebih terbiasa untuk mencari sesuatu yang dapat membuat kita lebih bahagia sengan mudah dan cepat. Otak akan mencari dopamin yang bisa diraih dalam sekejap tanpa harus mengeluarkan effort lebih dengan hanyal scroll-scroll media sosial. Ini berpengaruh terhadap otak yang akhirnya mudah untuk bosan ketika sedang melakukan hal-hal yang perlu adanya usaha. Hal yang akan dirasakan yaitu seperti menurunnya daya fokus, mudah lupa, ketergantungan dan gampang terdistraksi.


Potensi Manfaat Hidup Tanpa Media Sosial

1. Pikiran Lebih Tenang dan Fokus Meningkat

Ketika kita lebih membatasi diri terhadap media sosial biasanya yang akan dirasakan adalah pikiran lebh tenang dan fokus meningkat. Ini dikarenakan kita tidak terlalu banyak mendapatkan informasi-informasi yang sebenarnya tidak harus kita ketahui dan lebih bisa memfilter informasi-informasi yang bermanfaat.

2. Kualitas Tidur Lebih Baik

Hidup tanpa media sosial juga membuat kualitas tidur menjadi lebih baik dan teratur karena waktu yang biasanya digunakan hanya untuk scroll media sosial kita jadikan untuk istirahat dan tidur, mengisi energi untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

3. Lebih Hadir Secara Emosional di Kehidupan Nyata

Dengan terlalu banyak menggunakan media sosial, diri lebih cenderung untuk mengikuti hal-hal di dunia maya dan tanpa sadar merasa hidup didunia tersebut. Maka dengan tanpa media sosial kita lebih bisa untuk berbaur dengan kehidupan nyata dan berinteraksi langsung dengan teman-teman terdekat. 

4. Waktu Lebih Banyak untuk Aktivitas Nyata

Waktu yang kita lalui akan lebih banyak untuk aktivitas-aktivitas nyata yang lebih berkesan, seperti melakukan hobi (melukis, olahraga, menyanyi, dll), menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga, dan juga belajar.

5. Tidak Mudah Terpengaruh Opini atau Standar Orang Lain

Kehidupan akan lebih realistis dan tidak mudah untuk terbawa mengikuti standar orang lain. Diri akan menjadi lebih hidup dengan tidak tertekan oleh standar media sosial yang terkadang tidak masuk akal. Hidup akan lebih fokus dan terarah untuk mencapai tujuan hidup masing-masing.

Tantangan Hidup Tanpa Media Sosial

1. Rasa Ketinggalan Informasi atau Tren

Informasi disosial media memang bergerak dengan sangat cepat. Dan ketika diri tidak mengikuti media sosial maka akan terasa tertinggal baik informasi atau tren, terkadang akan merasa tertinggal dengan teman-teman yang pasti mengikuti tren dan sebagainya. Ini merupakan standar yang mau tidak mau harus diikuti jika tidak ingin ketinggalan zaman.

2. Komunikasi dengan Teman jadi Lebih Terbatas

Dengan membatasi diri dengan media sosial diri akan lebih minim mengetahui informasi-informasi atau tren-tren yang sedang terjadi. Ini akan membuat terbatasnya komunikasi kita dengan teman-teman lain yang mengikuti informasi media sosial.

3. Bisa Merasa Terisolasi jika Lingkungan Sangat Aktif Online

Diri mungkin akan merasa terisolasi dari lingkungan yang cenderung sangat aktif dengan media sosial, karena orang-orang di zaman sekarang biasanya sangat aktif di dunia maya.

4. Media Sosial juga Punya Manfaat (Bisnis, Edukasi, Networking)

Media sosial juga punya banyak manfaat dan kita akan rugi jika tidak menggunakan manfaat ini dengan baik. Manfaat media sosial diantaranya yaitu untuk keperluan bisnis dan melakukan promosi karena akses yang begitu mudah, informasi-informasi edukasi gratis yang bisa diakses hanya modal Hp dan internet, dan melakukan networking untuk memperluas jaringan. 

Apakah Semua Orang akan Lebih Bahagia Tanpa Media Sosial?

Kebahagiaan itu subjektif, tergantung kebutuhan dan gaya hidup dari masing-masing individu. Dengan adanya beberapa dampak negatif media sosial, bukan berarti kita harus berhenti total, media sosial juga memiliki banyak manfaat jika digunakan secara positif, berarti kita harus pandai dalam mengatur penggunannya. Kunci utamanya adalah kesadaran dan keseimbangan.

Kita bisa menggunakan media sosial secara sehat, mulai dari membatasi waktu penggunaaannya untuk hal-hal yang bermanfaat, kurasi konten yang dikonsumsi, hindari scrolling tanpa tujuan, gunakan media sosial sebagai alat bukan pelarian, dan jadwalkan detox media sosial dengan membuka media sosial pada waktu-waktu tertentu saja untuk mengurangi penggunaan yang berlebihan.

Apa arti bahagia tanpa media sosial?

Ini mengajarkan kita untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan menjadikannya sebagai alat yang kita kuasai bukan mereka yang menguasai kita. Lebih mengenalah kepada diri sendiri, tanpa adanya gangguan distraksi, menghargai momen-momen sederhana bersama orang yang disayang dan fokus pada kehidupan nyata, bukan tampilan digital. Semua itu tergantung pada cara kita dalam menyikapinya. Media sosial bukan musuh, tapi juga bukan kebutuhan mutlak. Bahagia bukan soal online atau offline, tapi soal keseimbangan hidup. Pertanyaannya bukan "tanpa media sosial atau tidak", tapi "bagaimana kita menggunakannya".

Tetap Bertumbuh!

 









Comments

Popular posts from this blog

Navigasi Blindspot: Melihat Diri Lebih Utuh

Burnout: Gejala dan Solusi Pemulihan Lelah Kronis

10 Cara Ampuh Meningkatkan Aura Positif dari Dalam Diri