Stop Overthinking, Start Letting Go
![]() |
| sumber: pinterest |
Overthingking adalah hal yang sering membuat hidup seseorang menjadi lebih berat dan menyeramkan. Orang yang overthingking lebih sensitif terhadap perilaku orang-orang yang berada disekitarnya. Mereka akan lebih bisa melihat berbagai hal kecil. Ketika ada sikap orang yang berubah terhadapnya, mereka cenderung akan langsung memikirkannya terus menerus dan berfikir negatif. Mereka juga sering tidak percaya dengan kemampuannya sendiri.
Mungkin tidak semua orang akan menyukai setiap individu, dan mungkin ada banyak orang yang akan mencari-cari kesalahan sekecil apapun yang bahkan tidak dilakukannya sama sekali. Banyak hal dalam hidup yang tidak perlu diperbaiki mati-matian, biarkan saja mereka pergi, biarkan mereka tidak suka, dan biarkan saja terhadap apa yang mereka pikirkan.
Ada beberapa hal yang perlu dipelajari dan menjadi dasar untuk bisa berhenti overthingking:
1. Bersahabat dengan Perbandingan
Di zaman yang serba digital ini memang akan banyak informasi-informasi yang bisa kita dapatkan dan banyak juga mungkin teman-teman yang akan memposting pencapaian pencapaian yang telah mereka raih. Ini biasanya akan menimbulkan rasa iri dalam diri, mungkin akan merasa capek melihat diri yang belum seperti mereka.
Terkadang seseorang sering mengerjakan sesuatu yang bahkan tidak mereka suka hanya karena orang lain melakukan hal tersebut. Perasaan tertinggal selalu muncul karena diri terus membandingkannya dengan orang lain, padahal perjalanan setiap orang itu memang berbeda. Setiap orang mempunyai jalannya sendiri. Perjalanan hidup itu seperti roda dan terus berputar, kadang berada di atas terkadang pun dibawah, begitulah siklus hidup.
Rasa iri ini tidak salah, justru ini adalah suatu signal. Jangan menghakimi diri sendiri, jangan dikejar validasi dari hidup orang lain, kejarlah kedamaian sejati yang akan kamu dapatkan dalam hidupmu. Rasa iri ini ada dua sisi, rasa iri ini akan menyiksa jika digunakan untuk menghakimi diri sendiri dan menghambat kemajuan diri, tapi jika digunakan secara bijak rasa iri ini bisa menjadi obor untuk mengenali keinginan diri sendiri yang sesungguhnya. in bisa menjadi pemicu dan penyemangat bahwa jika orang lain bisa, pasti dirimu juga bisa melakukannya. Berhenti melihat orang lain dan mulailah fokus pada kartu yang ada ditanganmu, semua pilihan ada di tanganmu, dan takdirmu dimasa depan tergantung pada apa yang kamu pilih sekarang.
2. Biarkan Mereka Pergi
Dalam siklus hidup memang ada beberapa fase yang membuat orang-orang yang dahulu dekat menjadi semakin menjauh. Menurut Mel Robbins ini disebut fenomena "The great scattering" yaitu momen dimana orang-orang akan tumbuh ke arah yang berbeda. Jadi tidak heran jika ada istilah People come and go.
Memang begitulah siklus hidup, itu bukan penolakan tapi merupkan proses alami yang di alami oleh semua orang. Biarkanlah orang pergi. Bukan berarti kamu gagal mempertahankan mereka, tapi justru kamu menghormati perjalanan masing-masing.
Dan perlu diketahui bahwa ada 3 hal yang membuat hubungan tetap kuat dan mungkin ini menjadi faktor juga terhadap hubungan yang semakin lama semakin lemah:
- Kedekatan fisik. Kedekatan fisik adalah salah satu hal yang membuat hubungan semakin kuat dan jarak adalah hal yang bisa merenggangkan hubungan. Misalnya, teman yang dulu sering ketemu, bermain, dan berkumpul bersama namun sekarang sudah beda kota atau bahkan negara sehingga menimbulkan keterbatasan dalam berinteraksi.
- Fase Hidup. Perjalanan hidup seseorang pasti akan terus berjalan, dan fase hidup mereka juga pasti akan silih berganti. Setiap orang pasti ada masanya dan setiap masa pasti ada orangnya, orang akan silih berganti mengikuti fase yang sedang kamu lalui. Misal, mereka sudah menikah dan lebih banyak berkumpul dengan keluarga baru mereka, sedangkan kamu masih melanjutkan pendidikan dengan berkuliah.
- Energy. Seseorang biasanya akan berubah mengikuti fase hidup dan pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalui karena kehidupan pasti akan mengajarkan banyak hal kepada mereka. Ini bisa mengubah energi diri, mungkin mereka dan kamu sudah berubah dan sudah berbeda jalur. Jika mereka sudah mempunyai jalannya sendiri maka biarkanlah mereka menjauh dan melanjutkan jalan yang sedang mereka tempuh.
3. Keluar dari Penjara Penilaian Orang
Hidup bukanlah ajang persetujuan, terkadang kesalahpahaman muncul karena merasa bahwa penilaian orang itu benar. Orang sering takut jika dinilai atau dihakimi orang lain. Tidak semua orang harus menyukai kita, selagi kita benar maka tidak ada yang harus ditakuti. Meski kita berusaha sebaik mungkin pasti akan ada saja komentar buruk yang datang. Jadi, hiduplah dengan versi kita sendiri, selama kita mempunyai arah dan tujuan yang jelas maka biarkan saja. Coba kamu fikirkan hal yang tidak kamu lakukan karena takut dihakimi, bagaimana jika kamu tetap lakukan waktu itu? pasti semuanya akan tetap berjalan dengan lancar dan sukses. Mulai sekarang, jalankanlah peta arah hidup dengan lebih jujur dan otentik terhadap diri kita sendiri. Semakin kamu menghilangkan kebutuhan validasi tersebut, maka akan semakin banyak hal-hal murni yang akan mendekat kearahmu.

Comments
Post a Comment