Navigasi Blindspot: Melihat Diri Lebih Utuh

Cermin yang Berbohong: Menemukan Sisi Diri yang Tersembunyi

sumber: pinterest

Definisi dan Konsep Dasar 

Blindspot merupakan suatu hal atau sisi tertentu pada diri seseorang yang sama sekali tidak terbaca oleh individu itu sendiri. Sama seperti mengemudi mobil, ada area yang tidak bisa ditangkap oleh spion, dalam jiwa pun ada area yang tidak bisa ditangkap oleh kesadaran kita sendiri.

mengapa kita sering menjadi orang yang terakhir menyadari akan kelemahan atau bahkan potensi diri yang sebenarnya kita miliki? inilah yang disebut blindspot, orang lain bisa dengan jelas melihat perilaku kita bahkan detail sekecil apapun tapi kita sendiri justru tidak bisa melihat detail tersebut, seakan akan ada titik gelap yang sulit  untuk dijangkau oleh kesadaran diri kita.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa blindspot merupakan hal yang manusiawi dan hampir semua orang mempunyai hal yang disebut blindspot. Yang perlu kita tegaskan adalah bagaimana untuk bisa menemukan blindspot tersebut dan cara menghilangkannya dalam diri.


Blindspot Dalam Kerangka Johari Window

Ini merupakan kerangka wajib, beberapa model untuk menjelaskan pembagian kesadaran seseorang:

1. Open Area

Ini adalah area yang dimana kita sendiri mengetahui dan orang lain juga mengetahui. Kita terkadang secara terbuka menunjukkannya kepada orang lain baik informasi tentang perilaku, sikap, keterampilan, dan pandangan hidup yang selalu kita bicarakan kepada orang lain. Semakin besar Open Area maka semakin efektif komunikasi dan kerja sama antar individu tersebut karena memiliki rasa saling percaya yang kuat satu sama lain.
Contoh: nama kamu, pekerjaanmu, makanan favorit, dll yang sering kita ungkapkan ketika berkomunikasi dengan orang lain.

2. Blind Spot (Titik Buta)

Ini adalah area yang cukup berbahaya, dimana seorang individu sama sekali tidak bisa melihatnya tapi orang lain bisa melihatnya dengan jelas. Sering kali seseorang tidak sadar akan kebiasaan kecil, nada bicara yang cenderung terlalu tinggi, atau sifat lain yang tidak disadari padahal sangat jelas bagi orang disekitarnya.

Contoh: Ketika seseorang merasa bicaranya tegas, tapi orang lain menangkapnya dalam konsep lain, mereka melihat bahwa itu suatu perilaku kasar, atau ketika seseorang sedang mendengarkan orang lain, secara tidak sadar dia sering memotong pembicaraan temannya yang membuat teman-temannya merasa tidak nyaman dan terganggu.

3. Hidden Area

Area yang diketahui diri sendiri, tapi disembunyikan dari orang lain. Ini seperti hal-hal yang disembunyikan karena merasa belum saatnya berbagi, takut dihakimi atau merasa informasi tersebut terlalu pribadi untuk bisa diketahui semua orang. Semua orang punya privasi yang merupakan bentuk pelindungan diri. Semua punya hidden area dan itu merupakan hal yang normal.

4. Unknown Area

Ini merupakan area yang paling misterius dalam konsep Johari Window. Area ini mencakup informasi, kemampuan, perasaan, atau tingkah laku yang tidak diketahui oleh diri sendiri dan juga tidak diketahui oleh orang lain. Ini adalah zona gelap yang berisi potensi terpendam atau motif bawah sadar yang belum muncul ke permukaan.


Mengapa Blindspot Bisa Terjadi?

Ada beberapa penyebab di balik fenomena blindpsot ini.
  1. Pertama, adanya bias kognitif bias konfirmasi, yang dimana diri kita hanya akan mencari info-info yang sesuai dengan pandangan yang kita miliki, sehingga pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan diri maka tidak bisa kita temukan sama sekali.
  2. Kedua, adanya ego dalam diri. Ego ini menjadikan pikiran kita selalu menghindari dan memblokir informasi yang bisa mengancam harga diri dan menyakitkan yang tidak bisa diterima oleh diri. 
  3. Ketiga, adanya lingkungan yang tidak jujur sehingga tidak adanya umpan balik (feedback). Lingkungan yang tidak jujur atau palsu bisa menjadikan diri kita tidak tahu akan hal yang sebenarnya terjadi, orang lain hanya mengatakan yang baik-baik saja dan tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya terjadi. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah feedback yang membangun seperti saran dan kritik sehingga bisa dilakukan suatu introfeksi diri untuk perbaikan kedepannya.


Dampak Jika Blindspot Dibiarkan

1. Hambatan dalam Karir dan Kepemimpinan

Blindspot yang bersarang pada diri terlalu lama maka bisa mengganggu karir kamu dan gaya kepemimpinanmu. Bisa jadi ketika kamu sedang melakukan pekerjaan atau sedang menjadi seorang pemimpin tim, orang lain yang sedang bekerja bersama atau karyawanmu merasa tidak nyaman dengan caramu berperilaku.

Contoh: kamu merasa kamu seorang yang tegas, tapi orang lain merasa kamu adalah seorang pemimpin yang kasar dan galak, kamu merasa sedang menginstruksikan bawahanmu tapi bawahanmu merasa kamu terlalu mengatur dan terlalu banyak perintah tidak sewajarnya.

2. Konflik Berulang Dalam Hubungan Interpersonal

Jika blindspot ini dibiarkan saja tanpa ada tindakan untuk mengatasinya maka individu tersebut akan lebih sering mengalami konflik konflik yang serupa dan berulang dalam hubungannya dengan individu lain. Walaupun seorang individu berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain, konflik serupa akan terus bermunculan.

3. Stagnasi Pertumbuhan Diri

Blindspot menjadikan diri kita menjadi stagnan, tidak adanya pertumbuhan dan perkembangan dalam diri. Karena cenderung merasa sudah cukup dan sempurna, sehingga tidak ada niat dan rasa yang tergerak untuk melakukan suatu hal baru. Padahal sebenarnya ada suatu potensi dan ruang lebar yang sangat siap untuk di isi demi pertumbuhan diri, tapi mereka tidak sadar sama sekali akan hal tersebut.



Cara Menemukan dan Menghilangkan Blindspot

1. Radical Candor

Jika kita ingin menemukan Blindspot, yang perlu kita lakukan adalah dengan meminta umpan balik (Feedback) kepada orang terdekat kita atau bahkan orang yang baru kita temui, terutama kepada orang-orang kepercayaan. Bisa meminta kepada orang terdekat untuk memberikan kritik saran atau memberikan opini tentang diri kita yang biasanya mereka sukai atau bahkan tidak mereka sukai, pastikan orang terdekat tersebut adalah orang yang jujur dan apa adanya, karena kebanyakan orang yang sudah sangat dekat dengan kita akan lebih sulit untuk mengungkapkan keburukan yang kita lakukan karena merasa tidak enak atau alasan yang lain. Meminta Feedback kepada orang yang baru kita temui juga sangat bagus karena mereka belum terlalu dekat dengan diri kita sehingga biasanya akan lebih jujur.

2. Mindfulness & Refleksi

Mindfulness dan refleksi adalah duet maut untuk memetakan blindspot; jika mindfulness bertindak sebagai radar yang menangkap reaksi emosional instan—seperti rasa sesak saat dikritik—maka refleksi adalah proses detektif yang menganalisis mengapa reaksi itu muncul setelah suasana tenang. Dengan melatih kesadaran penuh, kita berhenti menjadi robot yang dikendalikan oleh ego dan mulai mampu melihat pola-pola perilaku yang selama ini tersembunyi, mengubah cara kita memandang diri dari sekadar "merasa benar" menjadi benar-benar sadar akan dampak nyata tindakan kita terhadap orang lain.

3. Bertanya "Apa", bukan "Mengapa"

Alih-alih bertanya "Mengapa mereka marah padaku?", tanyalah "Apa yang saya lakukan yang memicu reaksi tersebut?". Pasti ada alasan dari reaksi yang mereka berikan, mungkin dari perilaku kita yang tidak kita sadari. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang berbeda, lihatlah dari sudut pandang mereka dan apa yang kamu rasakan jika kamu menjadi dia. Ini akan membuatmu sadar dan lebih introfeksi terhadap diri sendiri.






Comments

Popular posts from this blog

Burnout: Gejala dan Solusi Pemulihan Lelah Kronis

10 Cara Ampuh Meningkatkan Aura Positif dari Dalam Diri