 |
| sumber: pinterest |
Gugup memang merupakan suatu hal yang sering muncul ketika sedang menghadapi suatu hal baru, dan ini merupakan suatu reaksi normal. Rasa gugup ini sering dianggap sebagai musuh. Semua orang itu pernah merasakan gugup baik itu orang ternama sekalipun.
Mengenali Akar Ketidakpercayaan Diri
Kenapa sering kali orang merasa tidak percaya diri saat tampil? kebanyakan dari mereka itu merasa tidak percaya diri karena takut salah bicara atau lupa materi, takut dinilai negatif oleh audiens, pengalaman buruk saat tampil di masa lalu, atau takut akan tidak tercapainya ekspektasi terhadap diri sendiri.
1. Takut Salah Bicara atau Lupa Materi
Ketika sedang tampil, sering terlintas dalam diri bahwa akan melakukan kesalahan atau lupa materi di tengah jalan. Yang awalnya akan berjalan dengan lancar tapi karena tiba-tiba ada pikiran negatif seperti ini biasanya orang akan menjadi kepikiran terus sehingga menjadikan statement itu menjadi kenyataan dengan sendirinya, Fokusnya menjadi hancur ketika ada pikiran negatif yang muncul. Maka ketika sedang tampil jauhkanlah pikiran-pikiran negatif dari diri kita.
2. Takut Dinilai Negatif oleh Audiens
Kebanyakan dari mereka yang gugup ketika tampil di depan publik karena mereka takut akan anggapan dari orang lain yang melihatnya. Padahal kita tampil itu bukan untuk dinilai orang lain, ubahlah mindset bahwa kamu tampil tujuannya hanya untuk menyampaikan apa yang kamu sampaikan, kamu berniat untuk menyampaikan pesan tersebut dengan baik, janganlah beranggapan bahwa kamu tampil untuk dinilai orang lain baik dan buruknya, fokuslah pada tujuan itu. Jika kamu sudah fokus dengan tujuan tersebut, kamu akan merasa lebih percaya diri ketika menyampaikan sesuatu dihadapan publik. Publik hanya ingin mengetahui dan memahami pesan yang kita sampaikan. Ketika kita fokus pada manfaat yang disampaikan maka kita akan merasakan ketenangan pada diri kita.
3. Pengalaman Buruk saat Tampil di Masa Lalu
Pengalaman buruk seringkali membayang-bayangi diri pada waktu yang tidak tepat dan muncul secara tiba-tiba dipikiran kita tanpa diundang. Memang pengalaman buruk itu seringkali membuat takut, malu, atau bahkan kesal pada diri. Tapi ingat, yang berlalu biarlah menjadi kenangan dan pelajaran bagi diri, jangan terlalu berlarut pada penyesalan yang ada. Ubahlah pengalaman buruk itu menjadi sumber api yang menyalakan semangat untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Yang terpenting adalah lakukanlah yang terbaik sekarang dengan semua tenaga yang kita punya, fokuslah pada masa sekarang dan pastikan kamu akan bangga dan tidak ada penyesalan yang akan kamu tinggalkan pada apa yang kamu lakukan sekarang.
4. Ekspektasi Berlebihan Terhadap Diri Sendiri
Ekspektasi diri memang seringkali membuat frustasi jika tidak bisa mencapainya. Tapi ingat bahwa kita tidak perlu sempurna. Kesempurnaan adalah bonus dari usaha kerja keras yang telah diberikan. Yang kamu butuhkan adalah effort yang bagus dan kerja keras. Mau hasilnya sempurna atau tidak sempurna yang menjadi utama adalah usaha yang telah dikeluarkan. Kamu sudah berusaha, sudah mengeluarkan apa yang kamu bisa, sudah berjuang, itu sudah sangat cukup. Yang diperlukan itu pertumbuhan setiap saat, dirimu yang sekarang harus lebih baik dari dirimu di hari kemarin. Kamu tidak perlu sempurna dalam segala hal, tapi berikanlah usaha semaksimal mungkin apa yang kamu bisa.
Latihan Bertahap sebagai Proses Transformasi
1. Mulai dari Lingkungan yang Aman dan Kecil
Melatih publik speaking tidak harus langsung dilakukan ditempat yang besar. Mulailah dari lingkungan kecil terlebih dahulu seperti latihan didepan cermin, keluarga atau teman dekat. Karena semuanya itu butuh proses untuk bertumbuh.
2. Menyusun Poin, bukan Menghafal Kalimat
Ketika akan tampil cobalah untuk menyusun poin-poin besar dari hal yang akan kamu sampaikan, jangan hafalkan kalimatnya. Karena jika kamu menghafalkan kalimat dan lupa ditengah jalan maka hancur sudah semuanya. Cobalah untuk memahami materi yang kamu sampaikan sehingga ketika membuat poin-poin besar maka kelancaran berbicara akan mengalir sendiri mengikuti kerangka yang sudah kamu buat.
3. Melatih Suara, Intonasi, dan Bahasa Tubuh
Publik speaking harus dibarengi dengan penyempurnaan intonasi dan bahasa tubuh. Ketika publik speaking intonasi dan bahasa tubuh kita harus bisa menarik perhatian dari penonton. Suara harus cukup keras dan jelas pelafalannya. Intonasi harus pas, harus tau kalimat mana yang harus menggunakan nada naik, sedang, maupun turun, jangan terlalu datar karena nanti akan membuat bosan. Kemudian posisi tubuh (Body Language). Pastikan postur tubuh tegak dan hindarilah membungkuk, lakukan kontak mata dengan audiens secara bergantian dan janganlah menatap lantai atau plafon, buat gerakan tangan natural dan ekspresi wajah hidup seperti memasang ekspresi senyum, itu akan mengubah atmosfer yang ada.
4. Konsistensi Latihan
Semua yang kita kerjakan akan berbuah dengan manis jika kita selalu konsisten dalam mengerjakannya. Semangat di awal dan mulai meredup ditengah, itu adalah hal-hal yang sering kita temui atau bahkan terjadi pada diri kita sendiri. Namun, hal-hal seperti itu tidak akan pernah membawa kita kepada suatu kesuksesan dalam mencapai tujuan, karena konsistensi itulah yang menjadi kunci akan kesuksesan kita. Jika gagal, teruslah bangkit dan bangkit, hasil yang indah itu harus didapat dengan usaha yang keras juga yang pastinya jika kamu mencapainya akan mendapat suatu rasa kepuasan yang istimewa, dan itu patut kamu banggakan. Semua itu butuh proses, dan kegagalan itu adalah bagian dari proses belajar yang dimana kamu mendapatkan pelajaran yang sangat berharga pastinya. Tetap tenanglah ketika salah ucap atau lupa meteri. Jadikanlah kesalahan sebagai bahan evaluasi, bukan penyesalan.
Ingat! Orang yang sekarang sudah pandai berbicara dan sangat percaya diri dulunya itu bukan siapa-siapa, mereka itu berproses dan tidak takut akan kegagalan, dan menganggap kegagalan sebagai suatu ilmu baru untuk berubah kearah yang lebih baik. Mereka sudah menerima berbagai cobaan dan kegagalan tapi mereka tetap bangkit sehingga sekarang mereka telah mencapai impian mereka, itulah hasil dari jerih payah yang mereka berikan. Percaya diri akan tumbuh seiring dengan pengalaman dan jam terbang. Setiap panggung adalah ruang belajar dan tidak perlu untuk menunggu siap untuk berani tampil. Cobalah semua yang ada dihadapanmu sekarang juga. Percaya diri dibangun bukan ditunggu.
Tetap Bertumbuh!
Comments
Post a Comment