Usia 20-an: Investasi Waktu, Panen Masa Depan

Bukan Cuma soal Produktivitas, Ini Alasan Usia 20-25 Adalah 'Golden Ticket'-mu.

sumber: pinterest

Usia 20-an adalah usia dimana kita mempunyai energi puncak, namun masih sering terbuang karena belum memiliki prioritas dan tujuan yang jelas. Seringkali masih banyak yang bingung jalan mana yang harus mereka tempuh untuk mencapai kesuksesan tersebut. Padahal ini merupakan waktu singkat yang menjadi salah satu kunci dan golden ticket  untuk kesuksesan masa depan.

Seringkali orang-orang merasa bahwa mereka masih memiliki banyak waktu untuk berubah, banyak waktu untuk menjadi lebih baik, banyak waktu untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya. Seringkali banyak yang terjebak oleh pikiran "nanti saja kan masih muda", padahal waktu adalah emas, bahkan lebih dari emas. Waktu tidak bisa dibeli waktu tidak bisa kita ulang kembali. Setiap detik yang hilang adalah peluang yang tidak akan kembali. Jika melewatkan satu peluang saja, bisa saja peluang tersebut tidak akan pernah kembali lagi. Jadi manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin dengan hal-hal positif yang membuat diri ke arah perkembangan yang positif.


Mengapa 20-25 adalah "Masa Investasi" Termahal?

Bayangkan jika anda belajar bahasa asing di usia 20 tahun atau bahkan lebih muda lagi, pasti bahasa itu akan membantu anda dalam berbagai aspek mulai dari membantu anda membaca buku luar negeri, menonton video berbahasa asing, melakukan interaksi dan networking dengan orang asing selama sisa hidup anda. Anda akan lebih punya banyak waktu untuk melakukan berbagai banyak hal selama sisa hidup anda. Berbanding terbalik jika anda baru belajar bahasa asing ketika berumur 30-an pasti akan banyak waktu yang terbuang sia-sia dimana anda memiliki keterbatasan untuk bebas melakukan apapun dan berinteraksi dengan dunia luar..

Di usia muda seperti 20-25, anda sedang membangun sebuah pondasi yaitu sebuah akar. Pohon dengan akar yang kuat sejak kecil akan menghasilkan pohon raksasa yang kuat dan tahan akan cuaca ekstrem dan badai yang menerpanya. Begitupun diri anda, jika anda membuang waktu di usia muda khususnya usia 20-25, anda akan kehilangan daya cangkram terbesar dalam hidup yang seharusnya akan memperkuat diri ketika menghadapi badai besar yang menerpa.

Menunda belajar selama 5 tahun saja di masa muda itu bukan berarti kehilangan 5 tahun, tapi ini bisa saja merupakan kehilangan akan potensi kesuksesan yang bisa didapatkan berkali-lipat di masa tua. Ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi kehidupan yang sama sekali tidak bisa diulang kembali. Dengan bekerja keras di masa muda khususnya usia 20-25 tahun kita bukan sedang mengejar hasil instan semata, kita sedang merakit "mesin pengganda" yang menghasilkan buah yang berkali-kali lipat atas kerja keras yang telah kita lakukan demi masa depan, masa tua nanti.

Dengan bekerja keras di masa muda, kita akan mencapai suatu kebebasan yang sejati dari diri di masa tua nanti, Investasi untuk mencapai kebebasan terhadap semua yang kita inginkan. Kesuksesan akan memberikan kebebasan, seperti bebas untuk membantu sesama, bebas untuk membahagiakan teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri. Tanpa harus dibayang-bayangi oleh rasa takut yang terus menghantui diri, seperti takut akan cicilan yang membengkak, token listrik yang berbunyi, stok beras yang habis, dll, yang bisa membuat hari tua menjadi semakin menakutkan. Jadi berpikirkan dengan bijak, pilihlah dengan bijak, karena hidup itu adalah pilihan dan semua tergantung terhadap pilihan anda.


Musuh Terbesar Waktu di Era Digital

Namun, sangat disayangkan dijaman sekarang yang serba digital ini menjadikan anak muda lupa akan waktu yang seharusnya mereka manfaatkan untuk bertumbuh. Kita bisa lihat bagaimana media sosial mulai mencuri waktu "emas" anak muda melalui dopamin instan yang mereka sediakan. Dopamin ini jika dibiarkan terus-menerus akan merusak otak generasi muda sekarang. Terlalu banyak scrolling media sosial yang menyebabkan lupa waktu. Seharusnya waktu digunakan untuk melakukan pengembangan diri dan meningkatkan skill, tapi malah tidak digunakan dengan baik untuk menonton video-video yang mungkin ada beberapa yang tidak bermanfaat atau tidak mempunyai nilai dan dampak positif untuk diri.


Strategi Mengubah Waktu Menjadi Aset

Waktu merupakan hal yang sangat berharga, jika dimanfaatkan semaksimal mungkin maka akan berpeluang menjadi aset. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, diantaranya:

1. Upskilling & Networking

Menginvestasikan waktu untuk belajar high-value skills dan membangun relasi profesional merupakan investasi yang akan mengubah hidupmu. Dengan memperbanyak skill maka anda akan bisa menggeluti berbagai  bidang. Skill anda semakin meningkat maka kesempatan-kesempatan baru akan terus bermunculan. Ini akan membuat hidup anda menjadi lebih tenang karena bisa mendapatkan kesempatan dari arah manapun. Selanjutnya yaitu networking, dengan memperbanyak relasi maka anda akan lebih banyak mendapatkan kesempatan. Yang akan memberi banyak pembelajaran dalam hidup anda. Diusia muda ini, anda harus lebih selektif dan bergaul dengan lingkungan yang dapat membuat anda bertumbuh, lingkungan yang menantang pemikiran. Jangan sampai anda terjebak pada lingkangan pertemanan yang hanya menghabiskan energi tanpa kontribusi yang berdampak bagi pertumbuhan value anda.

2. Prinsip Pareto (80/20)

Anda harus pandai-pandai dalam menemukan 20 % aktivitas yang dapat memberikan dampak keuntungan sebesar 80% bagi masa depan anda. Prinsip ini mengajarkaan anda untuk bisa memprioritaskan energi pada hal-hal yang benar-benar memberikan dampak positif jangka panjang. Ini berguna agar diri tidak mencoba untuk melakukan segalanya dan akhirnya berujung pada kelelahan (burnout). Ini memberikan kita efisiensi waktu dan energi.

3. Pentingnya Istirahat yang Berkualitas

Mengelola waktu adalah kunci kesuksesan. Mengelola waktu bukan berarti bekerja selama 24 jam, tetapi tahu kapan harus berhenti dan kapan harus bergerak agar tubuh tidak burnout. Tubuh adalah aset yang harus dijaga sebaik mungkin. Dengan beristirahat yang cukup maka akan membuat diri anda lebih mudah untuk melakukan bebragai pekerjaan dan mencapai target-target yang sudah anda tentukan, sehingga lebih mudah untuk mencapai kesuksesan yang anda impikan.


Bagaimanapun waktu muda adalah akar yang harus kita kokohkan, manajemen waktu yang buruk di awal 20-an hanya akan menimbulkan penyesalan di akhir. Maka dari itu ubahlah diri anda untuk menjadi lebih sadar akan potensi besar yang ada di usia muda ini. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin. 

Emas bukan hanya soal uang, tetapi kebebasan yang kita rasakan untuk memilih masa depan yang kita inginkan karena kita sudah mempersiapkannya sejak dini. Setiap keringat yang kita keluarkan pasti akan ada hasilnya. Pasti akan ada hasil dari semua kerja keras yang telah dilakukan.

Bersakit-sakitlah dahulu di hari muda jika ingin bersantai-santai di hari tua. Sekian, semoga bermanfaat bagi teman-teman, 

Tetap Bertumbuh!


  




Comments

Popular posts from this blog

Navigasi Blindspot: Melihat Diri Lebih Utuh

Burnout: Gejala dan Solusi Pemulihan Lelah Kronis

10 Cara Ampuh Meningkatkan Aura Positif dari Dalam Diri