Burnout: Gejala dan Solusi Pemulihan Lelah Kronis

Lelah Yang Tak Hilang Hanya dengan Tidur: Mengenal Silent Killer Bernama Burnout

sumber: pinterest

Apa itu Burnout?

Burnout adalah suatu keadaan lelah dan stres kronis yang tidak teratasi. Burnout sangat berbeda dengan lelah biasa. Lelah biasa bisa hilang setelah anda tidur cukup dan releks kembali setelah melakukan suatu aktivitas biasa lainnya. Sedangkan Burnout adalah suatu keadaan lelah baik lelah fisik, mental, maupun emosional yang tetap terasa, meskipun sudah tidur cukup ataupun sudah mencapai akhir pekan yang biasanya merupakan hal yang paling disukai oleh semua orang. 

Orang yang mengalami burnout cenderung akan kehilangan motivasi dan semangatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan yang selalu dilakukannya. Ini biasanya terjadi karena adanya suatu pekerjaan yang berlebihan, pekerjaan yang berat, tekanan lingkungan kerja yang keras, melakukan pekerjaan monoton setiap saat, atau tidak adanya dukungan dan apresiasi dari atasan dan teman kerja. Burnout ini menjadikan penderitanya mengalami penurunan produktivitas kinerjanya.

Menurut WHO, burnout adalah fenomena okupasional yang mencakup 3 dimensi: kelelahan hebat, sinisme (sifat negatif terhadap pekerjaan), dan penurunan efektifitas kerja.


10 Gejala Burnout

Untuk mengetahui apakah anda mengalami burnout atau tidak, maka perlu mengetahui beberapa gejala-gejala burnout yang bisa anda perhatikan pada diri anda:

1. Kelelahan Kronis

Jika anda merasakan kelelahan yang hebat seperti, setiap pagi merasa lelah walaupun sudah tidur cukup selama 8 jam, lelah untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya terasa ringan, maka itu bisa jadi tanda burnout.

2. Insomnia atau Gangguan Tidur

Penderita burnout akan sering merasa sulit untuk tidur. Biasanya sudah memejamkan mata dan melakukan beberapa aktivitas rutin sebelum tidur, tetapi tetap merasa kesulitan untuk tidur dan pikiran tetap berputar memikirkan tentang pekerjaan yang belum selesai atau deadline pekerjaan yang ada di depan mata.

3. Sinisme Terhadap Tugas

Burnout merupakan lelah akut yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, tidak kompeten dan merasa terbebani dan membenci pekerjaan-pekerjaan yang dulu disukainya. Ini menyebabkan penderita burnout sulit untuk mencapai produktivitas pekerjaannya.

4. Sering Menunda Pekerjaan

Seseorang yang mengalami burnout akan cenderung menunda-nunda pekerjaannya, Meski pekerjaan itu sederhana sekalipun dan bisa diselesaikan dalam sekejap. Orang ini akan merasa terlalu berat untuk melakukannya karena dirinya akan merasa tidak mempunyai energi untuk memulai dan menyelesaikannya.

5. Gampang Tersulut Emosi

Kacaunya pikiran pada penderita burnout menyebabkannya sangat mudah tersulut emosi (mudah marah) dan sering tersinggung dengan ucapan atau perilaku rekan kerja maupun keluarga.

6. Sering Sakit

Burnout yang berlangsung berkepanjangan bisa menurunkan sistem imun tubuh sehingga menyebabkan tubuh lebih mudah untuk terserang penyakit. Beberapa penyakit yang biasanya muncul yaitu sakit kepala, gangguan pencernaan akibat stres, insomnia, depresi, dan pegal-pegal pada badan.

7. Penurunan Konsentrasi

Orang yang sering merasa cemas dan pikiran penuh dengan pekerjaan dan sebagainya akan menyebabkan dirinya sulit untuk berkonsentrasi, Semua yang dikerjakannya pasti akan terasa rumit dan menyebabkannya sering melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang ceroboh.

8. Perasaan Tidak Berdaya

Apabila terus terjadi dalam jangka waktu yang panjang, penderita burnout akan merasa semakin terjebak dalam lingkaran situasi yang tidak bisa diubah. Mereka akan merasa bahwa tidak ada lagi jalan keluar untuk mengatasinya jika mereka tidak melakukan suatu tindakan penyelesaian, Ini akan menjerumuskannya ke firasat "Jalan Buntu" yang menyebabkannya terus berputar dalam lingkaran tersebut.

9. Menarik Diri dari Sosial

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa penderita burnout mengalami kelelahan mental, fisik, dan emosional, mereka akan cenderung menjaga jarak dengan orang lain, berhenti bergaul dengan teman/ rekan kerja dan memilih untuk mengisolasi diri karena sudah tidak mempunyai energi lagi untuk melakukan aktivitas aktivitas sosial lainnya. 

10. Kepuasan Kerja Menurun

Mereka mengalami kelelahan kronis yang menjadi penyebab penurunan efektivitas kerja. Kepuasan kerja yang mereka dapatkan tidak akan maksimal karena hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan yang mereka inginkan.



Solusi Pemulihan Burnout

Bagaimana, apakah gejala-gejala di atas sesuai dengan diri Anda? Jika sesuai dengan diri Anda maka bergegaslah untuk menyembuhkannya, karena burnout ini sangat mengganggu hidup seseorang dan menjadikan hidup seseorang menjadi terganggu dan tidak teratur. Ikutilah beberapa solusi berikut ini:

1. Tetapkan Batasan (Boundlines)

Tetapkanlah batasan kerja yang harus anda lakukan, jangan biarkan anda bekerja seharian suntuk tanpa istirahat karena ini nantinya akan menjadi boomerang bagi tubuh anda sendiri. Berikanlah waktu istirahat kepada tubuh anda sehingga tubuh anda memiliki waktu untuk mengisi ulang energi. Misalnya, anda tegas untuk menentukan jam kerja harus selesai ketika sudah memasuki pukul 19.00 malam.

2. Prioritas Ulang dengan Matriks

Lebih prioritaskanlah untuk mengerjakan tugas tugas penting terlebih dahulu. Misalnya fokus hanya pada 3 tugas utama per hari agar otak tidak kewalahan.

3. Delegasi Tugas

Belajarlah untuk percaya kepada orang lain dan mendelegasikan pekerjaan yang tidak harus anda kerjakan sendiri. Kamu mempunyai banyak orang yang bisa membantumu dalam mengerjakan pekerjaan. Jangan paksakan dirimu untuk mengerjakan semua tugas sendiri karena hanya akan membuatmu lebih mudah mengalami stress dan kelelahan berlebihan.

4. Praktik Mindfulness/ Melakukan Meditasi

Luangkanlah waktu untuk meditasi atau melakukan pernapasan saat jeda kerja. Setiap satu jam kerja, cobalah untuk melihat langit, pepohonan, dan lingkungan alam sekitar. Jangan biarkan mata untuk terus menatap layar terus-menerus, berikanlah waktu untuk merefreshing mata dan otak anda, berikanlah mereka waktu untuk bernapas sebentar.

5. Gerak Fisik Ringan

Lakukanlahh olahraga, atau paling tidak melakukan gerakan fisik ringan, misalnya jalan kaki 15 menit di bawah sinar matahari, sekedar jalan-jalan di depan komplek atau melakukan peregangan sambil mendengarkan musik favorit. Itu akan menjadikan hari anda menjadi lebih berwarna dan menaikkan mood anda untuk melakukan aktivitas sehari- hari.

6. Jurnal Syukur

Menulis 3 hal kecil yang anda syukuri setiap hari akan membuat anda melatih fokus pada hal-hal positif yang akan membantu pertumbuhan ke arah yang lebih positif pada diri anda.

7. Bercerita dengan Orang Terdekat

Kadang, obat paling mujarab untuk otak yang sudah 'penuh' bukan cuma tidur, tapi suara yang mendengarkan. Bercerita kepada orang terdekat adalah cara kita membuka katup tekanan yang selama ini menyesakkan dada. Saat kita mulai bicara, beban yang tadinya terasa raksasa perlahan mengecil karena kita tidak lagi memikulnya sendirian.

8. Ambil Cuti Berkualitas

Benar-benar "menghilang" dari dunia kerja selama beberapa hari untuk melakukan reset mental total akan sangat membantu diri anda. Diri akan merasa lebih rileks, santai, happy, dan lebih semangat untuk melakukan hari-hari berikutnya. PIkiran-pikiran yang buruk akan hilang dengan sendirinya dan pikiran-pikiran baik akan masuk ke dalam diri kita.

9. Berkonsultasi dengan Psikolog

Jika bercerita ke teman dan keluarga terasa tidak cukup, maka berkonsultasi ke psikolog adalah langkah berani yang bisa anda lakukan guna mendapatkan penanganan yang tepat.







Comments

Popular posts from this blog

Navigasi Blindspot: Melihat Diri Lebih Utuh

10 Cara Ampuh Meningkatkan Aura Positif dari Dalam Diri