6 Cara Ampuh Menghentikan Kebiasaan Menunda-Nunda Pekerjaan
![]() |
| sumber: pinterest |
Di dunia ini, ada beberapa orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Apakah kamu salah satu orang dari beberapa orang tersebut? Jika betul, kamu bisa simak berikut ini.
Beberapa Faktor Penyebab Kebiasaan Menunda
Di dalam melakukan aktivitas-aktivitas kehidupan, kadang terbesit rasa dalam diri seseoang untuk menunda-nunda pekerjaan, kenapa ya? Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkannya. diantaranya:
- Otak cenderung akan memilih hadiah-hadiah kecil yang di dapat sekarang daripada hadiah besar yang didapat nanti. Otak lebih suka untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan instan tanpa usaha yang besar. Itulah sebabnya orang-orang lebih suka untuk menscroll media sosial berjam-jam yang lebih mudah mereka dapatkan dan dapat menghasilkan kesenangan dengan mudah.
- Terkadang orang menunda pekerjaan karena mereka takut terhadap hasil yang akan mereka dapatkan. Takut hasilnya tidak sempurna atau tidak sesuai ekspektasi sehingga lebih baik tidak dimulai sama sekali.
- Orang-orang akan cenderung lebih berfikir keras untuk menunda pekerjaan jika tugas mereka terlalu banyak pilihan dan menumpuk, ini bisa membuat otak macet dan merasa lebih baik untuk menunda saja.
- Ketika deadline pekerjaan masih panjang biasanya orang berfikir bahwa waktunya masih panjang untuk dapat mengerjakan tugas tersebut di hari-hari kemudian sehingga mereka akan menunda-nunda pekerjaan dan mengerjakan di waktu mendekati deadline.
6 Cara Ampuh Menghentikan Kebiasaan Menunda
1. Gunakan Aturan 5 Menit
Jika sebuah tugas terasa berat, cobalah untuk berniat mengerjakan tugas tersebut dalam waktu 5 menit saja. Terkadang otak sering ingin menunda karena tugasnya terlalu lama dan terlalu berat. Maka cobalah untuk mengerjakan tugas selama 5 menit sehingga otak tidak akan menganggap itu sebagai beban. Begitu anda mulai maka semua hambatan mental biasanya akan hilang dan kamu akan lanjut mengerjakan tugas tersebut secara alami.
2. Terapkan Teknik Pomodoro
Ketika kamu bekerja, gunakanlah alarm. Kerjakan tugasmu selama 25 menit, lalu luangkanlah waktu 5 menit untuk beristirahat. Ini mnjaga otak agar tetap segar sehingga tidak terjadi kelelahan yang biasanya menjadi alasan orang untuk menunda atau menghentikan pelajaran ditengah jalan.
3. Singkirkan yang Membuat Distraksi
Jauhkanlah diri dari barang-barang yang membuat kita tidak fokus dan terdistraksi. Contohnya yaitu barang-barang digital seperti Ponsel. Taruhlah ponsel di ruangan lain dan jika gangguan berasal dari laptop maka blokirlah sementara agar diri tetap fokus pada pekerjaan kita. Dan ingat yang paling penting adalah tetap jagalah niat kita agar tidak menjangkau barang-barang tersebut. Karena terkadang ditengah jalan kita bisa saja tiba-tiba mempunyai niat untuk menjangkau barang-barang tersebut sehingga percuma juga kita telah menyingkirkan distraksi kalau niat kita belum teguh.
4. Jangan Tunggu "Mood" Datang
Sering orang merasa bahwa harus mempunyai motivasi dahulu sebelum bekerja, padahal itu merupakan suatu kekeliruan besar. Kita tidak bisa menunggu mood untuk mengerjakan sesuatu. Mulailah meskipun kamu merasa malas, perasaan ingin melakukan pekerjaan biasanya akan datang menyusul. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk memulai.
5. Fokus pada "Selesai", bukan "Sempurna"
Kesempurnaan sering menjadi bentuk penundaan secara halus. Diri ingin meghasilkan suatu hasil yang sempurna sehingga terlalu banyak berfikir dan hanya memikirkam terus dan terus tanpa adanya tindakan untuk memulai. Jangan terjebak pada istilah kesempurnaan itu, kerjakan dan selesaikanlah pekerjaan tersebut sampai akhir terlebih dahulu. Setelah itu barulah lakukan perbaikan untuk melakukan penyempurnaan. Intinya jangan terjebak hanya pada suat pemikiran dalam tanpa adanya tindakan untuk memulai.
6. Berikan "Self-Reward" Kecil
Setiap kali menyelesaikan pekerjaan, berilah suatu self reward/ hadiah kepada diri sendri atas usaha yang telah dilakukan. Misalnya seperti membeli makanan favorit, waktu 20 menit untuk menonton video YouTube favorite atau melakukan healing ke suatu tempa untuk merefreshing otak. Ini melatih otak bahwa kerja keras yang telah mereka selesaikan menghasilkan rasa tenang dan kesenangan.

Comments
Post a Comment